Sunday, November 25, 2007

DUNIA SELULAR 2007

Keajaiban berkomunikasi di abad ini ditandai dengan penggunaan telepon genggam oleh berbagai lapisan masyarakat. Padahal sekitar lima belas tahun yang lalu telepon genggam atau yang lebih populer disebut handphone (HP) hanya dipakai sekelompok orang yaitu kaum eksekutif dan professional. Ada dua faktor penyebab berkembangnya handphone di masyarakat Indonesia yaitu faktor harga dan faktor ketersediaan. Faktor harga terjadi di handphone dan tariff percakapan yang semakin murah sedangkan faktor ketersediaan terjadi dengan banyaknya outlet handphone yang tersebar di berbagai daerah serta makin luasnya jaringan operator seluler di banyak area. Selain dua faktor tersebut di atas, hal lain yang mendukung adalah kebutuhan berkomunikasi masyarakat yang semakin besar.

Saat ini, industri handphone Indonesia bertambah semarak dengan jumlah operator seluler sebanyak 11 perusahaan baik di jalur GSM 1800MHz maupun CDMA 800MHz (Hutchison CP Telecommunication-3/three, Indosat-mentari, Excelcomindo Pratama-XL, Telkomsel-simpati, Natrindo Telepon seluler, Telkom-flexy, Bakrie Telecom-esia, Mobile-8 Telecom-fren, Smart Telecom-smart, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia-ceria) diikuti jumlah pabrikan handphone papan atas sebanyak 7 perusahaan (Nokia, Sony Ericsson, Motorola, BenQ-Siemens, LG, Samsung dan Philips) belum lagi ditambah para pendatang baru dari China seperti ZTE, Haier, Huawei, Konka serta dari Taiwan seperti Dopod, HTC, Gigabyte, Eten, Palm, maupun perusahaan perakit handphone bermerek lokal seperti Hi-Tech, Kozi, D-one, Taxco, Nexian, Mito, Sanex, dan K-Touch. Semua itu membuat kompetisi usaha semakin ketat sehingga menguntungkan pengguna handphone.

Jumlah pengguna handphone di Indonesia per 2007 dipercaya berbagai sumber sekitar 82 juta orang (telkomsel 42 juta, Flexi 6 juta, Indosat 14 juta, XL 13 juta, Esia 3.5 juta, Fren 2.5 juta, lain-lainnya sekitar 1 juta) sehingga penetrasi handphone di Indonesia baru sekitar 37% dari total populasi penduduk. Hal ini mengisyaratkan bahwa pasar seluler Indonesia masih terbuka lebar dan sangat prospektif. Tak heran jika di tahun 2007 banyak program promosi perusahaan operator seluler yang menggandeng pabrikan handphone menawarkan paket murah untuk menarik sebanyak mungkin pengguna baru. Salah satu contoh program promosi yang sukses di 2007 adalah paket bundling esia-huawei Rp.199.000,- yang dalam tempo 3 bulan sejak diluncurkan bulan Agustus sudah terjual 300.000 unit. Segera hal ini diikuti operator seluler lainnya dengan berbagai program bundling-nya seperti paket telkomsel-haier Rp. 499.000,-, excelcomindo-motorola Rp. 299.000,-, smart telecom-zte Rp. 349.000,-, maupun fren-zte Rp. 388.000,-

Mengingat daya beli masyarakat Indonesia yang belum terlalu kuat maka pasar handphone low-end akan lebih besar nilainya dibanding pasar handphone high-end. Hal ini menyebabkan operator seluler dan pabrikan handphone menyiapkan bermacam program untuk menggarap pasar low-end sebagai fokus mereka sedikitnya sampai lima tahun ke depan. Nilai pasar total handphone Indonesia sekitar 50 trilyun rupiah dan akan terus bertumbuh rata-rata 20% per tahun. Jumlah handphone yang terjual di Indonesia periode 2003-2007 tercatat 30 juta unit (CDMA-8.5 juta dan GSM-21.5 juta). Rata-rata penjualan handphone (GSM dan CDMA) per bulan di tahun 2007 tercatat 996 ribu unit. Selain itu perkembangan teknologi mendorong nilai pasar industri handphone semakin tinggi melalui sinergi dengan sektor usaha lainnya semisal industri media (TV handphone dan layanan 3G), industri keuangan (phonebanking dan stock market real time investment), industri transportasi (on-line reservation) atau industri jasa iklan-promosi (sms promo).

Pesatnya perkembangan industri handphone di Indonesia harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai bidang. Tanpa adanya infrastruktur telekomunikasi yang memadai dan handal maka akan menyebabkan kemacetan komunikasi (communication jamming) yang bermuara pada frustasi masyarakat terhadap industri handphone seperti frustasinya masyarakat Jakarta terhadap kemacetan jalan. Apabila terjadi frustasi maka akan menimbulkan masalah-masalah pelik lain yang mahal sekali biayanya. Beberapa proyek infrastruktur telekomunikasi di akhir 2007 yang ditenderkan seperti USO (Universal Service Obligation), Ring Palapa dan pembangunan jaringan serat optik merupakan salah satu solusi masalah infrastruktur telekomunikasi Indonesia.

Di masa depan, jaringan telepon selular akan mayoritas digunakan orang berkomunikasi dibanding jaringan telepon tetap seperti yang digelar PT. Telkom sejak dekade 70-an. Semakin baik infrastruktur telepon selular dan tariff yang makin murah maka menjadi pilihan utama orang berkomunikasi. Terlebih jika integrasi dengan komputer menghasilkan terminal yang lebih baik dari sekarang. Sepuluh tahun mendatang tiang telepon semakin berkurang terlihat di jalan. Sebagai gantinya akan menjamur BTS (Base Transceiver Station) di berbagai lokasi untuk mendukung jaringan telekomunikasi selular.

Telekomunikasi telah membuat orang tergantung kepadanya. Semakin majunya jaman maka semakin kuat ketergantungan orang pada telekomunikasi. Isu utamanya adalah mengelola telekomunikasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat untuk orang banyak dan tidak dikuasai segelintir orang demi kepentingannya semata.
Tabik
yak

Memori

Bagian terpenting manusia saat melalui detik-detik kehidupannya di dunia menurut saya adalah memori. Memori ini telah ada sejak lahirnya manusia namun umumnya baru disadari setelah berumur lima tahun saat berbagai peristiwa hidup direkam dalam memori dan dapat dihidup-ulangkan lewat ingatan dalam kepala manusia di tahun-tahun berikutnya. Tidak semua manusia dapat mengingat memori masa kecilnya, namun seiring waktu berjalan, memori terus merekam peristiwa-peristiwa baik yang gembira maupun sedih, pendeknya segala peristiwa yang dialami pemilik memori. Setiap manusia mempunyai memori dengan beragam kualitas dan kuantitas.

Di saat sendiri, teman paling setia manusia adalah memori. Manusia masih dapat dihibur dengan memori yang menyimpan peristiwa menyenangkan. Keadaan yang paling malang adalah saat manusia kehilangan memorinya baik sementara atau permanen. Hal ini seperti jika kita kehilangan file penting yang terhapus di sebuah harddisk komputer. Adanya pusat rehabilitasi medis untuk manusia yang kehilangan memori seumpama juga usaha teknisi komputer untuk membangkitkan kembali (retrieve) file yang sudah terhapus dalam sebuah disk. Hasilnya kadang berhasil namun seringnya tidak berhasil.

Saya menuliskan hal ini karena melihat display rekaman foto perjalanan keliling dunia seorang kawan. Saya yakin semua peristiwa yang dialami kawan tersebut tersimpan dalam memorinya, walaupun kadang ia katakan bahwa ia pelupa. Saat ia sendiri entah dalam kondisi yang bagaimana, maka semua kenangan peristiwa dalam memorinya dapat dihidup-ulangkan sesuai keinginannya. Hal ini seakan dia melihat sebuah film yang diperankannya sendiri.

Manusia yang memiliki kapasitas memori besar dengan kualitas bagus kemudian diisi berbagai peristiwa yang luar biasa umumnya menyenangkan akan memiliki saat-saat yang luar biasa pula. Dia bisa disebut sebagai manusia yang paling berbahagia hidupnya di dunia.

Kebanyakan manusia mencoba melupakan pengalaman buruk di hidupnya dengan tidak mau mengingat- ingat lagi bahkan mencoba menghapus dari ingatannya. Hal ini wajar karena kenangan buruk tidak memberikan kenyamanan, kesenangan, atau dorongan semangat bagi pemilik memori. Memang ada yang mengatakan kejadian buruk adalah guru atau pelajaran hidup agar mengingatkan kita jangan mengulanginya. Namun tetap saja manusia berusaha tidak menyimpan permanen hal itu di memorinya. Adalagi peristiwa dendam yang melekat kuat di memori seseorang yang selalu dihidup-ulangkan untuk memberi dorongan semangat mencapai sesuatu agar peristiwa dendam tersebut terlunasi. Jika hal sudah dilunasi apakah orang tetap menyimpan dendam itu? Umumnya tidak, karena rasa puas sudah tercapai sehingga ruang memori diisi dengan peristiwa lain yang lebih menyenangkan.

Di sebuah film serial prison break yang disiarkan Trans TV, dikisahkan para tahanan LP (lembaga pemasyarakatan) yang ditempatkan di solitary cell guna mematahkan (break down) pikirannya sehingga melunak dan jera untuk mengulangi tindakan yang membuat mereka masuk ke solitary cell. Meskipun raga dapat dikerangkeng namun memori tidak pernah bisa dikerangkeng oleh pihak luar. Yang dapat memenjara pikiran atau memori manusia adalah dirinya sendiri. Saya sempat membaca sebuah tulisan bagus dari Yohanes Sulaiman, kandidat doktor di Ohio state university, tentang penjara pikiran. Tulisan itu menyoroti penjara pikiran akibat diri kita sendiri yang sadar atau tidak sadar membuat atau mengijinkannya dibuatnya penjara untuk pikiran kita sendiri.

Apakah di masa depan ada suatu metode hukuman penghapusan memori manusia sehingga tidak perlu ada penjara lagi di dunia. Dengan menghapus memori maka pembunuh atau koruptor misalnya akan menjadi manusia linglung yang tidak berbahaya dan kehilangan upaya merekayasa tindakan balas dendam. Memori manusia seperti ini hanya difungsikan lagi pada tingkat sederhana setelah habis masa hukumannya. Hal ini kedengaran kejam dan melanggar hak asasi manusia. Tapi apakah demikian? tentunya masih dapat didiskusikan hal ini lebih lanjut sisi positif dan negatifnya dibandingkan dengan hukuman konvensional yang ada sekarang.

Saya sudah cukup berbicara. Kiranya memori kita tetap utuh dan berisi kenangan manis meski di sana sini terselip kenangan pahit tetapi semoga tidak banyak jumlahnya. Satu waktu nantinya mungkinkah kita saling meminjam memori? Jika demikian, sebaiknya kita mulai berinvestasi memori dengan kenangan manis sebanyak-banyaknya agar banyak manusia yang mencari nantinya.
Tabik,
yak