Monday, December 17, 2007

Prosessor kedua

Komputer merupakan mesin paling ajaib yang pernah dibuat manusia hingga sekarang. Sudah banyak hal di kehidupan manusia mendapat manfaat dari komputer. Inti mesin komputer adalah sebuah komponen yang disebut prosessor. Perkembangan terbaru komponen yang menjadi jantung komputer itu adalah hadirnya intel core 2 duo di tahun 2007. Sebelumnya pada setiap komputer hanya ada satu prosessor, tetapi sekarang dengan intel core 2 duo sebuah komputer memiliki dua prosessor. Hal ini membuat kinerja komputer lebih hebat dari sebelumnya.

Tugas utama prosessor adalah mengotaki semua kegiatan sebuah komputer. Semakin canggih sebuah prosessor maka kinerja komputer akan semakin hebat. Hal yang sama juga sering ditemukan dalam sebuah bisnis. Umumnya bisnis didirikan oleh wirausaha baik sendirian atau kelompok. Secara garis besar ada dua peran dalam menjalankan bisnis yaitu peran pemikir/konseptor dan peran pelaksana. Peran-peran tersebut dapat saja ada dalam satu orang atau terbagi dalam satu kelompok. Peran pemikir/konseptor inilah yang dianalogikan dengan prosessor dalam sebuah komputer.

Suatu bisnis yang berhasil tidak dapat disangkal karena adanya peran pemikir yang hebat. Umumnya para wirausaha suatu saat mengalami situasi dimana peran pemikir dan pelaksana dirasakan berat untuk disandang. Di saat-saat seperti itu diperlukan adanya dukungan terhadap salah satu peran. Kebanyakan bantuan tersebut pada peran pelaksana karena relatif mudah didapatkan dibandingkan peran pemikir.

Kebutuhan akan dukungan peran pemikir inilah yang memunculkan gagasan prosessor kedua dalam suatu bisnis. Tugas prosessor kedua adalah membantu ataupun memainkan peran pemikir dalam suatu bisnis agar kinerjanya hebat. Prosessor kedua bisa ada di dalam atau di luar suatu organisasi bisnis. Untuk mendapatkan prosessor kedua yang tepat maka diperlukan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan sebuah bisnis. Tentu saja antara satu bisnis dengan bisnis yang lain spesifikasinya tidaklah sama.

Bisnis tanpa prosessor kedua akan membuatnya semakin lamban dan lemah menghadapi segala tantangan lingkungan bisnis yang cepat berubah dan membutuhkan respon yang tepat agar mencapai kesuksesan. Prosessor kedua paling tidak harus berkriteria mempunyai pengalaman bisnis sedikitnya sepuluh tahun yang merentang dari tingkat junior hingga senior dan juga melintas sedikitnya tiga dari empat fungsi manajemen (produksi, pemasaran, keuangan dan SDM). Hal tersebut penting untuk dapat mengimbangi kebutuhan prosessor pertama yang bertanggungjawab terhadap hidup matinya bisnis.

Seringkali untuk suatu masalah bisnis, prosessor pertama hanya membutuhkan konfirmasi akan keputusan yang diambil. Dalam hal ini pertimbangan yang sehat dan baik dari prosessor kedua akan memantapkan eksekusi keputusan itu. Akan lebih baik lagi jika prosessor kedua memiliki pengalaman industri sejenis dengan prosessor pertama. Namun jikalaupun berbeda, hal tersebut tidak menjadi kendala karena pada galibnya semua bisnis memiliki dasar yang sama.

Untuk mewujudkan kerjasama prosessor pertama dan kedua diperlukan terms of reference dan kesepakatan operasional agar menghindari perselisihan di kemudian hari. Hal ini tak ubahnya seperti sebuah proyek konsultasi bisnis pada umumnya. Namun hal yang membedakan adalah hubungannya bisa jangka panjang seperti hubungan kantor akuntan publik dengan perusahaan kliennya atau firma hukum dengan perusahaan kliennya. Dasar dari hubungan ini adalah kepercayaan dan kredibilitas. Prosessor pertama dapat melibatkan prosessor kedua dalam proses bisnisnya dengan tetap nyaman dan aman akan kerahasiaan bisnisnya.

Seiring perkembangan bisnis dan perubahan-perubahan lingkungan bisnis maka ada banyak prosessor pertama yang membutuhkan prosessor kedua. Hal ini akan menimbulkan suatu pasar tersendiri dalam jasa professional konsultasi atau bagi hasil (profit sharing) yang bersifat jangka panjang. Ada sejumlah prosessor di pasar yang bisa menjadi prosessor kedua suatu bisnis. Pertanyaannya adalah bagaimana menemukan satu yang tepat bagi bisnis tersebut?

Jika anda tertarik menjadi prosessor kedua, maka perkaya diri dengan pengalaman praktis bisnis yang berintegritas, komprehensif dan mendalam sehingga menjadi modal kredibilitas anda di mata prosessor pertama.

tabik,
yak