Saturday, April 19, 2008

Maksud diciptakannya anda di dunia

Satu saat anda pernah bertemu dengan pertanyaan: untuk tujuan apa saya ada di dunia ini? Seberapapun tidak pedulinya anda dengan kehidupan namun pasti satu waktu akan atau sudah bertemu dengan pertanyaan di atas. Sesungguhnya hal ini adalah hakiki hidup manusia. Ada milyaran manusia bernafas di dunia secara sadar atau tidak bergumul dengan pertanyaan itu dan hanya sebagian kecil yang memperoleh jawabannya. Jawaban tersebut didapat dari dalam dirinya atau juga dari luar dirinya baik melalui orang lain atau lingkungan hidupnya. Meski demikian jawaban yang didapat belum tentu memuaskan dirinya namun lebih baik daripada tidak mendapat jawaban sama sekali. Berikut ini kisah sebuah kursi jati yang dapat menginspirasi anda mendapatkan jawaban atas pertanyaan di atas.

Segelondong kayu jati baru datang di sentra furnitur lalu dibelah menjadi papan dan kaso. Seorang tukang kayu menggunakan papan dan kaso jati tersebut membuat sebuah kursi direktur. Dia membuat kursi direktur dengan maksud agar kursi tersebut diletakkan di ruang kantor direksi sebuah perusahaan untuk digunakan sebagai tempat duduk direkturnya. Ketika selesai, kursi tersebut dipajang di ruang pamer sentra furnitur menunggu pembeli.

Tak berapa lama datang pegawai stasiun kereta api yang tertarik melihat kursi jati itu lalu membeli dan mengangkutnya ke stasiun. Oleh pegawai stasiun, kursi jati diletakkan di peron tunggu kereta untuk tempat duduk penumpang VIP. Demikianlah hari demi hari kursi jati menjadi tempat duduk penumpang VIP di peron tunggu stasiun. Kursi jati tidak merasa sreg dengan keadaannya itu, sepertinya ada yang hilang dalam dirinya. Memang ia berfungsi sebagai tempat duduk namun lingkungan stasiun kelihatannya bukanlah tempat yang tepat. Suara hiruk pikuk kereta dan para penumpangnya terlalu bising baginya. Dia mendambakan suasana tenang dan teratur.

Sampai satu hari seorang dokter yang sedang menunggu kereta, duduk di atas kursi jati tersebut. Karena merasa nyaman menduduki kursi jati lalu dia meminta pegawai stasiun untuk menjual kursi jati itu kepadanya. Pegawai stasiun setuju dengan harga yang ditawarkan dokter. Dia kemudian mengirim kursi jati ke tempat praktek dokter di rumah sakit. Kursi jati sekarang berada di ruang tunggu praktek seorang dokter di rumah sakit.

Suasana rumah sakit jauh berbeda dengan stasiun. Kursi jati menyenangi suasana tenang dan teratur yang dialaminya. Hari demi hari berlalu, namun kursi jati masih memiliki rasa aneh dalam dirinya yang seakan mengatakan bukan di sini tempatmu. Ada sesuatu yang masih kosong dalam diri kursi jati tersebut. Hal ini bersuara lebih nyaring bila dalam ruangan di mana dia ada, tercium bau obat atau desinfektan dan juga banyak orang berpakaian putih lalu lalang dalam ruangan tersebut. Masih ada yang belum pas semua itu dengan dirinya, demikian pikir kursi jati.

Di satu siang, seorang berjas rapi masuk ke ruang tunggu dokter dan duduk di atas kursi jati tersebut. Dia rupanya seorang direktur perusahaan yang kantornya tidak jauh dari rumah sakit. Tertarik dan merasa nyaman duduk di atas kursi jati itu maka pak direktur meminta dokter untuk menjualnya. Dengan harga yang lebih tinggi dari saat membeli di stasiun, maka sang dokter setuju mengirimkan kursi jati itu ke ruang kerja pak direktur.

Akhirnya, kursi jati berada dalam ruang kerja direktur dan diduduki setiap hari oleh pak direktur. Di sinilah kursi jati tersebut merasakan perasaan yang benar-benar puas. Suasana tenang dan teratur didapatkannya kemudian tidak ada bau obat atau desinfektan. Tidak ada lagi kekosongan atau kehilangan dalam dirinya. Kursi jati tersebut sudah memenuhi tujuan dia dibuat oleh tukang kayu di sentra furnitur, yaitu tempat duduk untuk direktur.

Kitapun seperti kursi jati yang dibuat dari bahan papan kayu dan kaso. Untuk menjadi kursi jati yang bagus, kita mengikuti pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Kita diciptakan dengan maksud tertentu. Menjadi tugas kita menemukan maksud atau tujuan tersebut.

Sering kali kita memerlukan waktu panjang untuk menemukan maksud penciptaan kita di dunia oleh Sang Pencipta.

tabik,
yak