Monday, August 25, 2008

TUBUH MANUSIA : MESIN ALAMI YANG LUAR BIASA

Minggu pertama Juli 2008, PT. Toyota Astra Motor meluncurkan sebuah mobil kelas atas yaitu Toyota Alphard versi terbaru tahun 2008. Harga mobil berjenis SUV itu disebutkan satu koma tiga milyar rupiah. Mobil tersebut dirancang dan diproduksi sedemikian rupa sehingga menawarkan kenyamanan, kehandalan serta prestise bagi pemiliknya. Tak heran jika dihargai relatif mahal untuk ukuran normal masyarakat Indonesia. Namun demikian masih tetap ada konsumen mobil yang berpendapat harga sebesar itu layak untuk produk yang dipandang berkualitas tinggi.

Serupa dengan mobil yang memiliki sub sistem penunjang kinerja maka demikian juga dengan tubuh manusia. Sang Pencipta telah merancang dan membuat tubuh manusia begitu sangat menakjubkan. Betapa tidak, tubuh manusia pada dasarnya dirancang untuk olah raga dan olah rasa. Olah raga tidak diartikan secara sempit hanya kegiatan seperti bermain sepak bola, berenang, senam dan seterusnya tetapi semua kegiatan yang menggerakkan anggota raga manusia seperti mengangkat tangan saat meraih suatu benda, melangkahkan kaki saat menyeberang jalan dan seterusnya. Sedangkan olah rasa dimaksudkan untuk semua kegiatan yang berkaitan dengan otak seperti berpikir, mendengar musik, menikmati lukisan dan seterusnya. Bila tubuh manusia dipandang sebagai sebuah produk maka sudah sepantasnya dihargai lebih dari satu koma tiga milyar rupiah. Sistem tubuh manusia jauh lebih hebat dibandingkan sebuah mobil Toyota Alphard.

Untuk mendukung berjalannya fungsi tubuh manusia berolah raga dan olah rasa maka sebagai sebuah sistem besar, tubuh manusia ditopang oleh berbagai sub sistem. Sub sistem tubuh manusia menurut ilmu hayat dapat dikelompokkan menjadi:
01. Sub sistem syaraf
02. Sub sistem peredaran darah
03. Sub sistem pencernaan makanan
04. Sub sistem pernafasan
05. Sub sistem hormonal
06. Sub sistem ketahanan tubuh
07. Sub sistem reproduksi
08. Sub sistem pendengaran
09. Sub sistem penglihatan
10. Sub sistem peraba
11. Sub sistem perasa
12. Sub sistem penciuman
13. Sub sistem tulang kerangka
14. Sub sistem gigi
15. Sub sistem kulit
16. Sub sistem rambut

Sebagaimana sebuah mobil yang memerlukan pemeliharaan agar tetap awet maka tubuh manusia juga harus dipelihara agar terhindar dari sakit penyakit serta adanya gangguan fungsi organ tubuh dalam setiap sub sistemnya. Tubuh manusia memerlukan masukan berupa makanan dan minuman untuk menjalankan fungsinya berolah raga dan olah rasa. Gangguan pada segi masukan (input) akan berdampak luas dan mendasar bagi tubuh manusia berikut sub sistem–sub sistemnya. Istilah yang popular digunakan banyak orang untuk hal ini adalah gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan munculnya berbagai penyakit pada tubuh manusia.

Secara garis besar, makanan dan minuman yang sesuai spesifikasi tubuh manusia adalah makanan dan minuman alami. Alam di lingkungan hidup manusia telah menyediakan berbagai bahan makanan dan minuman alami. Ini berarti produk-produk buatan industri yang merupakan sintesa berbagai bahan-bahan kimia baik organik maupun anorganik tidak sesuai spesifikasi dasar tubuh manusia. Hidup sehat dikampanyekan dengan slogan kembali ke alam (back to nature) memang selaras dengan rancang bangun tubuh manusia.

Ada pemikiran untuk mengajarkan pada anak-anak sejak dini tentang hal-hal apa saja yang dibutuhkan tubuh manusia untuk menopang kinerja dengan memanfaatkan hasil alam di lingkungannya. Pelajaran ilmu gizi misalnya tidak disajikan dengan format tampilan tabel-tabel kandungan zat-zat gizi yang yang dibutuhkan manusia tetapi juga dimulai dari asosiasi dengan produk-produk sehari-hari seperti komputer, mobil, pesawat, motor atau kapal yang sebagai sebuah sistem memerlukan dukungan sub sistem-sub sistem agar tetap bekerja baik. Kerusakan komponen-komponen produk-produk tersebut di atas akan mempengaruhi operasionalnya. Merawat produk sama juga dengan merawat tubuh manusia. Kedisiplinan merupakan kunci mendapatkan kinerja tubuh yang prima.

Mengenali tubuh manusia menjadi langkah awal untuk pemeliharaannya sama seperti kita diminta membaca buku petunjuk pemeliharaan kendaraan saat pertama membeli mobil atau sepeda motor. Jika kita begitu sayang terhadap mobil atau motor, mengapa tidak kita terlebih sayang pada mesin alami maha karya Sang Pencipta : tubuh kita sendiri.

Tabik,
yak