Saturday, June 07, 2008

WAKTU EMAS

Waktu emas diakui secara sadar atau tidak, ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang dimaksud dengan waktu emas adalah apa yang disebut dalam bahasa Inggris sebagai golden age. Waktu emas adalah periode kehidupan seorang manusia menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi lingkungannya. Rudy Hartono sebagai olahragawan badminton disebut memiliki waktu emas atau masa kejayaan pada era tahun 1970-an hingga awal 1980-an ditandai dengan juara All England sebanyak 8 kali. Susi Susanti salah satu pebulutangkis putri terbesar Indonesia mempunyai waktu emas saat menjuarai olimpiade Barcelona tahun 1992 bersama suaminya kemudian, Alan Budi Kusuma di nomor tunggal putra sehingga muncul sebutan pasangan emas olimpiade.


Kita dapat menyaksikan datang dan perginya berbagai kelompok band serta biduan maupun biduanita di bidang musik dengan meninggalkan hit album lagunya. Koes Plus, Bimbo, God Bless, Gombloh, Ebiet G. Ade, Broery Marantika, Titik Puspa, Hetty Koes Endang, Vina Panduwinata dan masih banyak lagi deretan nama yang baru muncul setelah mereka adalah bukti bahwa waktu emas itu ada.


Di bidang sosial politik apalagi, dapat dicatat banyak nama-nama besar di panggung sejarah Indonesia mulai jaman kerajaan-kerajaan di nusantara hingga Indonesia merdeka. Mahapatih Gadjah Mada, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Ki Hajar Dewantara, Soekarno dan Hatta, Syahrir, Tan Malaka, Bung Tomo, hingga Dr. Soedjatmoko, Prof. Soemitro maupun Ali Sadikin serta Soeharto mempunyai waktu emas yang ditandai dengan hasil karya mereka untuk bangsa Indonesia.


Kehadiran manusia dalam dunia ini dibekali modal utama dari Sang Pencipta yaitu WAKTU. Panjang pendeknya waktu yang diberikan bukanlah isu utama namun bagaimana waktu itu digunakan akan menjadi sesuatu yang sangat penting artinya bagi kehidupan. Menekankan pentingnya hidup yang berarti Chairil Anwar pernah berujar:” Sekali berarti sesudah itu mati.”


Dapat dibayangkan bahwa dari bermilyar-milyar manusia yang hadir dalam kehidupan ini hanya sebagian kecil yang mendapat kesempatan tampil di panggung sejarah yang membuat mereka diekspose banyak manusia lainnya dan sering disebut sebagai tokoh sejarah. Ketika mereka tampil pertanyaannya adalah bagaimana mereka menggunakan waktu tersebut untuk kemaslahatan umat manusia ataukah hanya melayani kepentingan sendiri.


Namun demikian untuk bagian besar manusia yang tidak mendapat kesempatan tampil di panggung sejarah bukan berarti mereka tidak memiliki waktu emas atau nilai kemanusiaan mereka lebih rendah dibanding mereka yang sempat tampil di panggung sejarah. Mereka tetap memiliki waktu emas dan tetap memiliki pertanyaan bagaimana menggunakannya secara bertanggungjawab.


Pada hakekatnya nilai semua manusia adalah sama tidak peduli statusnya miskin atau kaya, pintar atau bodoh, rupawan atau tidak penampilannya dan sederet atribut lainnya. Hargai dan hormatilah manusia sebagai ciptaan Tuhan bukan segala atribut yang sesaat melekat padanya. Dari debu asal manusia dan akan kembali ke debu pula nantinya.


Waktu emas dapat hadir kapan saja dalam perjalanan hidup manusia. Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet dan Joshua Suherman mempunyai waktu emas saat kanak-kanak melalui lagu-lagu mereka yang masih populer hingga kini. Richard Sam Bera mempunyai waktu emas saat ia remaja melalui medali emas olah raga renang di beberapa SEA Games. Prof. Johanes Surya memiliki waktu emas saat dewasa dengan torehan prestasi membina tim olimpiade fisika Indonesia meraih medali emas. Bahkan orang semacam Ronald Reagan mempunyai waktu emas saat usia lanjut sebagai presiden Amerika Serikat tertua dalam sejarah.


Waktu emas tidak menghampiri begitu saja saat manusia diam berpangkutangan. Waktu emas harus diusahakan sepenuh hati dengan memperhatikan minat dan potensi diri. Setiap manusia hendaknya mengusahakan waktu emasnya masing-masing dengan apa yang ada dalam dirinya bukan dengan apa yang tidak ada. Tuhan menghadirkan tiap manusia dengan kelengkapan masing-masing untuk tujuan tertentu yang harus dipenuhi oleh ciptaanNYA. Saat manusia telah memanfaatkan kelengkapan yang diberikan Tuhan maka kita telah memenuhi tujuan penciptaan manusia.


Mari menciptakan waktu emas saat melintasi kehidupan dunia ini karena hidup tidak sekedar hadir.


Tabik,

yak